Kita hanya lah sebuah wayang yang di pentaskan di layar lebar dan dimainkan oleh seseorang yang sangat Professional yang disebut sebagai Master of The Master. Sebuah awal dan akhir tidak ada yang bisa rancang selain Dia. Jadi kata yang paling tepat saat berjalan dalam kehidupan adalah beri yang terbaik sebab esok tidak ada yang bisa pastikan.
Terdampar adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaankku saat tiba di pulau indah ini. Aku tidak menyebutkan nama pulaunya karena aku tidak terlalu suka dengan hal detail tentang perjalanan hidupku. Hendak melepas stress dari Medan karena mengalami hal yang mengguncang hatiku saat itu tetapi malah menambah berat level depresiku, aku anak yang tidak bisa menolak keinginan orang tua, hanya pasrah dan mengumpat umpat dibelakang mereka. Wajar aku dibilang stress karena memang aku stress plus stress jadi double stress. Apalagi aku susah beradaptasi dan memulai sesuatu perbincangan.
Mengurung diri, menangis, marah marah tak jelas adalah ciri ciri orang stress. Tuhan baik, Dia mempertemukan aku dengan orang orang baik dan mungkin akan aku kenang seumur hidupku.
Kak Mul dengan Jiwa nya yang tenang, plegmatis, sederhana bisa mengerti diriku yang keras, bergejolak, riak, nakal, ribut. Tuhan meletakkan dua pribadi yang berbeda dalam satu ruangan, ha ha ha ha... Dan itu lah caraNya mengajarkan aku untuk bisa tenang dan sedikit stabil.
Agustus 2009 awal aku bergabung dan akan berakhir Maret 2011, setahun enam bulan adalah perjalan sangaaaatt panjang yang dari dulu ingin aku akhiri setiap saat. Akhirnya akan berakhir riwayat wayang hidupku di sini dan akan berlanjut ke Malaysia dengan perusahaan yang sama. Kuberharap akan bertemu seperti wayang Kak Mul.
Kak mul, aku tau aku ngeselin, aku tau aku nge BT in, tapi ini lah aku, temen kakak yang setahun tiga bulan bersama, dan setidaknya ada pengalaman menghadapi anak nakal di cerita kehidupan kak mul. Karena anak yang agresif, aktif, suka aneh biasanyan lebih cerdas daripada anak yang duduk, diam melongo.( he he he ).
salam rindu selalu dari anak aneh.
Sebuah rencana Sang Master
Adilkah ini? :-(
Berharap ada awal hari untuk kebaikan hidup ini, berdoa Tuhan akan buka jalan, sebab hidup bukan karena kekuasaan dan materi. Tapi hidup karena ada rencana Nya untuk kehidupan sangat baik menanti di Surga. Tetapi hati kecilku selalu berontak dan bertanya :
Tuhan... Engkau lihat anak kecil dijalan hidup dari kemiskinan, hidup dari sisa sampah dan tidur dikolong jembatan? Kenapa ada orang tua veteran sekarang hidup miskin melarat? dan kenapa ada anak orang kaya hidup bergelimpangan tapi tidak bisa bersyukur? kemana nurani mereka? kenapa sangat kontras perbedaan nya? Apakah itu adil? Engkau mengatakan Engkau adil.
Bagiku Engkau tidak adil. Atau aku sedang menanti waktu yang tepat untuk melihat keadilan Mu?
Seorang mahasiswa berasal dari keluarga miskin, jauh dari kota berusaha masuk ke perguruan tinggi negeri berharap mendapat kehidupan yang layak kedepannya, dengan berbekal seadanya tanpa tabungan berangkat dengan restu keluarga menumpang truck besar yang biasa mengangkut hasil bumi daerahnya. Kehidupan nya di kota sambil kuliah sangat berat, si mahasiswa harus menarik beca, tukang cuci mobil, angkat barang di pasar subuh jam 4 pagi dan sebagainya dan itu hanya untuk keinginan menjadi sarjana untuk kehidupan lebih baik.
Sesudah tamat dia berusaha mendapat pekerjaan lebih baik tapi negeri tumpah darah Indonesia ini tidak menawarkan itu. Dia masih bekerja dengan gaji pas pasan dan sempat menganggur. Dan aku melihat dari sisi lainnya, seorang anak orang kaya di bangsa ini masuk perguruan swasta yang mahal, canggih, modern, life in sytle, bermobil mewah kemana mana, kamu yakin tujuan dia kuliah adalah ilmu? aku yakin tidak!.Barangkali hanya mendapat gelar dan malu kalo tidak kuliah. Itu saja!.
Hasilnya, Si mahasiswa kaya itu bisa menjadi manager di sebuah perusahaan relasi papa nya, sedangkan si mahasiswa hanya karyawan kontrak diperusahaan yang sama. Itukah yang dinamakan takdir? itukah adil? Tapi ini lah hidup. that's it.





