Aku mencoba memejamkan mata dan kutelusuri hari demi hari yang lalu untuk belajar lebih baik kedepan nya, belajar mengenai persoalan hidup yang tidak henti hentinya datang mendekati ku seakan persoalan sangat mencintai ku sehingga ketika aku berlari mereka terus mengejar.
Aku letih...
Aku bosan...
Tuhan...
Sungguh aku tidak tau apa rencana Mu, apa yang Engkau inginkan dalam hidup ku. Ajar lah aku menjadi anak yang bisa memberikan terbaik dari yang aku punya, jika saat ini aku tidak punya apa apa itu juga milik Mu.
Sungguh aku malu terhadap kehidupan ku dan malu terhadap diriku tidak bisa berbuat apa apa untuk diriku dan lingkungan ku apa lagi untuk Mu.
Tuhan...
Mengertikah Engkau hatiku?
Bisakah Engkau rasakan getirnya hidupku?
Jiwaku kosong, pikiran ku kalut.
sungguh...
aku ingin tau apa rencana Mu dalam hidupku agar aku bisa bersyukur dan menjadi pribadi yang bisa memberkati orang lain.
Sungguh aku tak tau
Entah lah ea
Aku tidak tau apa yang akan terjadi esok dalam hidupku, apa kah baik atau buruk entah lah. Aku tidak mau menggambarkan dan membayangkan bagaimana itu karena aku takut tidak terjadi dan sia sia sudah semua. Di usia ku yang sudah matang dan seharusnya menjadi orang perpendirian dan mempunyai pegangan hidup malah menjadi orang yang keras dan tidak acuh terhadap siapapun, sikap manis dan kreatif ku dulu sudah sirna. ah... aku tidak menyesal.
Seandainya ada yang mengerti dan mengenal hati dan pikiranku saat saat ini... tapi Tidak ada satu pun dan seorang pun tidak. terkadang aku menjadi anak manis, terkadang berang, terkadang murung dan sering juga happy tanpa sebab itu semua karena menutupi galau dan kabut nya hati pikiran ku. Aku tidak segan memaki orang walaupun usia nya 30 tahun berbeda dengan ku apalagi seusia. Cowok cewek Muda Tua akan aku maki dan sumpahi di depan nya kalo aku tidak suka. Aku Bukan gadis baik baik, aku jahat dan pembangkang.





